Indonesia Segera Bangun Jalur Kereta Api Bertahap di Kalimantan


Infografis: borneo.network

KALIMANTAN --Setelah tidak ada kabar tentang pembangunan rel kereta api di Kalimantan, baru-baru ini Pemerintah Indonesia kembali merencanakan serius membangun rel kereta api yang menghubungkan kota-kota utama di seluruh pulau Kalimantan. 


Dalam renstra 2020-2024 Kementerian Perhubungan RI sudah memetakan tahap konstruksi pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan. 


Rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan Timur untuk pembangunan jalur kerata api trans Kalimantan Balikpapan Samarinda sepanjang 20 kilometer. 


Adapun di Kalimantan Tengah, rencana pembangunan jalur kereta berbeda dengan Kalimantan Timur karena khusus jalur barang sepanjang 96 Km dari Puruk Cahu-Bangkung hingga Batanjung. Jalur kereta api di provinsi itu ditargetkan selesai pada 2024 dengan menggunakan dana APBN. 


Total target rencana pembangunan rel kereta api di Kalimantan oleh Kementerian Perhubungan sepanjang 2.428 Km yang dibangun secara bertahap. 


Dalam rencana jangka panjang Kementerian Perhubungan RI sampai dengan 2030 pembangunan bertahap prasarana perkeretaapian meliputi jalur, stasiun dan fasilitas operasi meliputi Puruk Cahu-Bangkunag, BalikpapanTanah Grogot - Tanjung, Balikpapan - Samarinda, Tanjung – Paringin – Barabai – Rantau - MartapuraBanjarmasin, Banjarmasin - Palangkaraya, Bandara Supadio – Pontianak – Mempawah - Singkawang-Batas Negara, Tabang – Maloy, Kutai Barat – Paser –Balikpapan, Gunung Mas – Katingan.


Pengembangan jaringan dan layanan kereta api yang menghubungkan wilayah sumber daya alam atau kawasan produksi dengan pelabuhan diantaranya adalah Banjarmasin (Kalimantan Selatan) dan Balikpapan (Kalimantan Timur). 


Spesifikasi teknis dasar untuk jaringan kereta api di koridor Kalimantan secara umum diarahkan menggunakan lebar jalan rel 1435 mm guna mengakomodir potensi angkutan barang di wilayah tersebut. Penggunaan lebar rel yang berbeda tetap dimungkinkan berdasarkan kajian maupun kebijakan.


Di sisi lain, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyebutkan PT Kereta Api Borneo (KAB) akan mengoperasikan proyek pembangunan kereta api single track sepanjang 203 Km. 


Dalam infrastruktur senilai Rp53,3 triliun itu meliputi stasiun, jetty batubara, pelabuhan dan PLTU dengan kapasitas 15 Megawatt. Proyek itu melewati Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser dan Kota Balikpapan. 


Kereta Api Borneo telah mengajukan permohonan perubahan status dari kereta api khusus menjadi kereta api umum yang memungkinkan KAB mengangkut penumpang barang non-afiliasi seperti minyak kelapa sawit dan juga kayu.

Next Post Previous Post