Youtuber tular video provokasi Presiden Jokowi mahu perang dengan Malaysia

Youtuber tular, Video provokasi, Presiden Jokowi, Malaysia

JAKARTA— Video tular di Youtube bertajuk ‘Presiden Jokowi menyatakan perang dengan Malaysia buntut dari puluhan WNI tewas’ merupakan video palsu.


Video berdurasi 8.05 minit dimuat naik di Youtube oleh pemilik akaun Jejak Militer pada 21 Julai dan setakat ini sudah mempunyai tontonan lebih 587,922.


JEJAK MILITER, Penyebar saluran YouTube Hoax

Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB), agensi buruh asing negara itu melaporkan, video tersebut berkaitan dengan laporan kematian tahanan warga Indonesia di depoh imigresen Sabah akibat kelewatan penghantaran balik yang dilaporan media sebelum ini.


Media utama Indonesia Merdeka melaporkan “setelah diteliti, video tersebut langsung tidak menyatakan Indonesia mengangkat senjata untuk berperang melawan Malaysia. 


Tiada laporan dan keterangan rasmi yang boleh dikaitkan perang terhadap Malaysia,” menurut portal itu.


Difahamkan, pemilik akaun itu telah mengambil video asli pidato Presiden Jokowi bertajuk ‘Kejar Pengedar Narkoba!Tangkap! atau Bahkan di Dor Saja! yang dimuat di Youtube pada 27 Jun 2016.

Video ini kemudian diedit dan digabungkan dengan video lain berkaitan usaha  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang menyelamatkan 21 pekerja asing dari Indonesia ke Timur Tengah.


Turut dipaparkan kenyataan Kepala  Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani semasa wawancara di Medcom bertarikh 29 Jun tahun ini.


Menurut Benny, seramai 18 warganegara Indonesia meninggal di depoh imigresen Tawau di Sabah dan hal itu berlaku sejak Januari hingga Mac 2022,” katanya.


“Penonton kemudian dipaparkan gambar pemuda sedang memapah seorang lelaki berbaju hitam. Hasil penelitian mendapati video itu menyamai video lain di Youtube yang dsiarkan TribunNews bertarikh 4 Jun 2022.


“Sedangkan Tribun melaporkan, sebanyak 371 pekerja migran Indonesia (PMI) dihantar dari Malaysia pada 2 Jun melalui Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara. 


Pelabuhan Nunukan merupakan pelabuhan lintas dengan Tawau, Malaysia dan menjadi salah satu pintu masuk PMI yang akan bekerja atau pulang dari Malaysia,” katanya.


Sebelum ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam kenyataan rasmi melaporkan hasil pertemuan dengan Imigrasi Malaysia, hanya 18 orang tahanan meninggal di depoh tahanan imigresen tersebut sepanjang 2021, manakala Januari hingga Jun tahun ini seramai tujuh orang


“Video berjudul  Presiden Jokowi menyatakan perang dengan Malaysia buntut dari puluhan WNI tewas adalah tidak benar.


Jokowi tidak menyatakan akan berperang melawan Malaysia. Jangan mudah percaya,” kata laporan itu.


Justeru pengguna media sosial diingatkan tidak mudah terpengaruh dan hanya mendapatkan maklumat daripada sumber yang bertanggungjawab dan terbukti kesahihan.

LihatTutupKomentar